Tue. Jul 5th, 2022

Perbedaan Rangkaian Paralel dan Rangkaian Seri, Cara Membuat, Rumus dan Contoh Soal

Rangkaian listrik didalam Fisika didefinisikan sebagai susunan elemen, komponen, dan alat yang dihubungkan ke sumber tegangan didalam satuan Volt. Terdapat tiga cara komponen listrik dapat tersusun, yaitu rangkaian pararel, seri, dan campuran keduanya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan rangkaian listrik pararel? Materi ini mutlak dipahami sebab didalam praktik kerja mekanikal elektrikal (ME) pasti dibutuhkan teori perihal rangkaian pararel dan rangkaian seri.

Pengertian Rangkaian Paralel
Rangkaian listrik merupakan salah satu bab yang dibahas didalam pengetahuan Fisika, lebih-lebih kelistrikan. Rangkaian pararel adalah rangkaian peralatan listrik yang disususn secara bercabang atau berjajar. Jenis rangkaian ini dipakai disaat semua input komponen berasal dari sumber listrik yang sama.

Aturan susunan seperti itu membawa dampak rangkaian listrik pararel punyai satu jalur arus lebih. Selain itu, biasanya rangkaian ini terhitung membentuk percabangan satu diantara kutub sumber arus listrik. Arus listrik akan terdistribusi disaat masuk ke titik percabangan.

Adapun tanda-tanda rangkaian pararel adalah sebagai berikut: contoh gambar rangkaian paralel

Mempunyai titik percabangan
Hambatan total yang dihasilkan lebih kecil
Setiap komponen punyai tegangan listrik yang serupa besar.
Besar arus listrik yang mengalir di pada komponen bervariasi.

Perbedaan Rangkaian Pararel dan Rangkaian Seri
Untuk memudahkan pemahaman berikut kami memberikan diagram gambar perbedaan rangkaian pararel dan rangkaian seri beserta penjelasannya.

Cara penyusunan untuk rangkaian listrik pararel lebih rumit dibanding rangkaian seri.
Kabel yang dibutuhkan untuk menyusun rangkaian listrik pararel lebih banyak.
Rangkaian listrik pararel punyai lebih dari satu jalur untuk dialiri arus listrik. Hal ini tidak serupa dengan rangkaian seri yang cuma punyai satu jalur.
Hambatan total rangkaian listrik pararel lebih kecil dibandingkan rangkaian seri.
Besar tegangan untuk tiap tiap komponen rangkaian listrik pararel sama, sedangkan rangkaian seri berbeda.
Rangkaian listrik pararel punyai arus yang serupa di tiap tiap komponennya. Sementara itu, rangkaian seri besar arus listriknya berbeda.
Rangkaian pararel perawatannya sedikit lebih susah dibanding rangkaian seri.
Dalam perihal biaya, rangkaian listrik pararel lebih relatif lebih mahal dibanding rangkaian seri.
Cara Membuat Rangkaian Listrik Pararel dan Contohnya
Meski dikenal lebih susah dibanding rangkaian seri, penyusunan rangkaian listrik pararel sesungguhnya tetap terhitung mudah. Nah, berikut ini akan dijelaskan langkah-lamgkah pembuatan rangkaian listirik pararel.

1. Bahan dan Alat

Tang untuk mengupas kabel
Lampu 3 buah
Baterai 12 V
Saklar
Kabel
Selotip
Langkah Membuat

Langkah pertama, potong kabel jadi beberapa bagian sesuai kebutuhan.
Gunakan tang untuk mengupas tiap tiap ujung kabel.
Gabungkan tiga buah kabel manfaatkan susunan pararel.
Buat 4 potongan kabel, masing-masing disambungkan ke kutub positif lampu yang disiapkan.
Terapkan cara ketiga pada kutub sebaliknya, yaitu kutub negatif.
Ambil 1 potongan kabel lantas hubungkan salah satu ujungnya ke paduan kabel berkutub positif. Gunakan solatip untuk membungkus ujungnya. Sedangkan ujung yang lain dihubungkan ke salah satu kutub pada saklar.
Ambil 1 potongan kabel, hubungkan salah satu ujungnya ke kutub saklar, sedangkan ujung satunya disambungkan ke kutub yang negatif.
Bungkus baterai manfaatkan solatip sehingga kabel yang udah disambungkan tidak ringan terlepas.
Contoh Rangkaian Pararel

Instalasi Lampu Rumah Tangga
Salah satu peralatan listrik yang kerap disusun secara pararel adalah instalasi tempat tinggal tangga. Kelebihannya adalah lampu jadi menyala lebih terang sebab hambatan total lampu cenderung lebih kecil.

Rangkaian Lampu Lalu Lintas
Lampu lantas lintas yang kerap dilewati pengendara ternyata disusun secara pararel. Hal ini memiliki tujuan sehingga tiap tiap lampu dapat menyala bergantian sesuai kondisinya, dari merah, kuning, atau hijau.

Rangkaian Resistor
Resistor terhitung merupakan peralatan elektronika yang komponennya dirangkai secara pararel. Resistor punyai komponen dasar untuk menghambat besar arus yang mengalir didalam rangkaian listrik.

Rumus Rangkaian Pararel

 

 

 

Pada dasarnya, rumus yang berlaku didalam rangkaian listrik pararel adalah rumus hukum Kirchoff, hukum Ohm, dan rumus hambatan total atau pengganti.

Hukum Ohm
R adalah besaran yang menunjukkan hambatan pada kawat penghantar. Adapun bunyi hukum Ohm adalah “arus listrik yang mengalir pada konduktor berbanding lurus dengan beda potensial (V) di ke dua ujung kawat penghantar. Sedangkan keadaan fisik konduktor seperti regangan, temperatur, dan lainnya konstan.”

V=I.R

Hukum Kirchoff
Sementara itu, hukum Kirchoff memuat perihal ketetapan percabangan pada sebuah rangkaian listrik. Adapun hukum Kirchoff I menunjukkan perihal arus listrik yang masuk ke percabangan serupa dengan arus listrik yang muncul dari percabangan tersebut.

∑Imasuk=∑Ikeluar

Rumus Hambatan Pengganti
Rumus ini diperoleh dari penurunan rumus hukum Ohm berdasarkan ketetapan pararel, berikut penulisannya secara sebagai berikut.

1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/Rn

Contoh Soal

1. Terdapat dua buah resistor yang disusun secara pararel, masing-masing memilliki hambatan 3 Ohm dan 6 Ohm. Sedangkan sumber tegangan yang dihubungkan ke rangkaian berikut adalah 6 Volt, hitunglah:

Hambatan total pengganti (Rp)
Kuat arus yang muncul dari sumber tegangan (Ip)
Tegangan dan kuat arus di tiap tiap resistor (V1,V2 & I1, I2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *