Tue. Jul 5th, 2022

Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan

Ada lebih dari satu type pajak yang diberlakukan di Indonesia, keliru satunya adalah pajak progresif. Pajak progresif adalah tarif pungutan pajak bersama dengan kadar yang didasarkan terhadap kuantitas atau kuantitas objek pajak dan berdasarkan pula harga atau nilai objek pajak.

Hal berikut membawa dampak tarif pajak terhadap type pajak progresif dapat jadi meningkat kecuali kuantitas objek pajak jadi banyak dan kecuali nilai objek pajak mengalami kenaikan.

Dalam realisasinya, tersedia dua type pajak progresif yang berlaku, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Untuk kali ini, dapat dijelaskan lebih jauh berkenaan pajak progresif kendaraan bermotor.

Berdasarkan penjelasan di Indonesia.go.id, pajak progresif dapat diterapkan terhadap kendaraan bermotor yang punyai kesamaan nama pemilik bersama dengan alamat daerah tinggal pemilik. Jadi, besaran biaya pajak dapat mengalami peningkatan bersamaan pertambahan kuantitas kendaraan agar kendaraan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya dikenai tarif berbeda.

Misalnya saja Anda menjual mobil ke orang lain, tetapi Anda tidak melakukan balik nama kepemilikan mobil tersebut, maka pajak progresif dapat ditanggungkan terhadap pemilik lama gara-gara nama dan alamat daerah tinggal pemilik mobil berikut tetap sama.

Dengan demikian, kecuali Anda menjual kendaraan bermotor kepada orang lain, sebaiknya langsung melakukan proses balik nama agar Anda tidak ulang membayar pajak progresif untuk kendaraan tersebut Cara Cek Pajak Kendaraan Online .

Dasar pengenaan pajak bagi kendaraan bermotor diatur didalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 berkenaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Undang-undang ini menjelaskan bahwa kepemilikan kedua untuk pembayaran pajak dikelompokkan jadi tiga, yaitu:

Kepemilikan kendaraan roda kurang berasal dari empat.
Kepemilikan kendaraan roda empat.
Kepemilikan kendaraan roda lebih berasal dari empat.
Sebagai contoh, kecuali Anda punyai satu mobil, satu motor, dan satu truk didalam satu rumah. Semua kendaraan berikut atas nama pribadi. Masing-masing kendaraan ditetapkan jadi kepemilikan pertama gara-gara berlainan jenis. Otomatis, Anda hanya dikenakan pajak progresif pertama.

Pengenaan Tarif Pajak Progresif
Menurut pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009, ketentuan tarif pajak progresif bagi kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut:

Kepemilikan kendaraan bermotor pertama dikenakan biaya paling sedikit 1 persen, sedang paling besar 2 persen.
Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya dibebankan tarif paling rendah 2 prosen dan paling tinggi 10 persen.
Pajak Progresif Kendaraan di Jakarta
Meski kadar tarif udah ditetapkan, tiap tiap daerah punyai kewenangan untuk menetapkan besarnya. Syaratnya, kuantitas tarif berikut tidak melebihi rentang yang dicantumkan didalam pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.

Berikut ini tarif pajak progresif untuk lokasi DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2015:

Urutan Kepemilikan:

Kendaraan pertama 2%
Kendaraan kedua 2,5%
Kendaraan ketiga 3%
Kendaraan keempat 3,5%
Kendaraan kelima 4%
Kendaraan keenam 4,5%
Kendaraan ketujuh 5%
Kendaraan kedelapan 5,5%
Kendaraan kesembilan 6%
Kendaraan kesepuluh 6,5%
Kendaraan kesebelas 7%
Kendaraan keduabelas 7,5%
Kendaraan ketigabelas 8%
Kendaraan keempatbelas 8,5%
Kendaraan Kelimabelas 9%
Kendaraan Keenambelas 9,5%
Kendaraan Ketujuhbelas 10%
Cara Menghitung Pajak Progresif
Perlu Anda mencermati bahwa basic perhitungan pajak wajib didasarkan terhadap dua unsur kendaraan.

Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
NJKB bukan harga pasaran umum melainkan harga atau nilai yang udah ditetapkan oleh Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) yang sebelumnya udah beroleh data berasal dari Agen Pemegang Merek (APM).

Efek negatif atas pemanfaatan kendaraan untuk merefleksikan tingkat kerusakan jalan
Hal ini biasanya dinyatakan didalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

Untuk menghitung pajak progresif, diawali bersama dengan cara mencari NJKB kendaraan. NJKB diperoleh bersama dengan rumus: (PKB/2) x 100. Nilai PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sanggup Anda temukan di lembar STNK bagian belakang.

Jika udah memahami hasil NJKB, kalikan bersama dengan kadar pajak progresif. Pastikan kadar sesuai kronologis kepemilikan kendaraan. Selanjutnya, tentukan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk beroleh pajak progresif tiap kendaraan.

Contoh perhitungan pajak progresif mobil
Jika Anda punyai 4 buah mobil bersama dengan satu merk dan dibeli terhadap tahun yang sama. Dari STNK, tertulis PKB mobil sebesar Rp 1.500.000. Kemudian, didapatkan SWDKLLJ sejumlah Rp 150.000. Berarti, NJKB mobil punya Anda adalah:

NJKB: (PKB/2) x 100 = (Rp 1.500.000/2) x 100 = Rp 75.000.000

Setelah nilai NJKB udah ditemukan, maka perhitungan pajak progresif tiap kendaraan Anda dapat diawali berasal dari kendaraan pertama sampai keempat bersama dengan perhitungan sebagai berikut

Mobil Pertama
PKB: Rp 75.000.000 x 2% = Rp 1.500.000
SWDKLLJ: Rp 150.000
Pajak: Rp 1.500.000 + Rp 150.000 = Rp 1.650.000
Mobil Kedua
PKB: Rp 75.000.000 x 2,5% = Rp 1.875.000
SWDKLLJ: Rp 150.000
Pajak: Rp 150.000 + Rp 1.875.000 = Rp 2.025.000
Mobil Ketiga
PKB: Rp 75.000.000 x 3% = Rp 2.250.000
SWDKLLJ: Rp 150.000
Pajak: Rp 150.000 + Rp 2.250.000 = Rp 2.400.000
Mobil Keempat
PKB: Rp 75.000.000 x 3,5% = Rp 2.625.000
SWDKLLJ: Rp 150.000
Pajak: Rp 150.000 + Rp 2.625.000 = Rp 2.775.000
Cara ini berlaku untuk menghitung pajak mobil kelima, keenam, dan seterusnya sampai nilai kadar 10%. Dengan perhitungan ini, sanggup diketahui bahwa nilai pajak jadi besar bersamaan pertambahan kuantitas kendaraan bermotor. Tak hanya itu, NJKB dan SWDKLLJ pun menentukan biaya yang wajib dibayarkan.

Blokir STNK Agar Tak Kena Pajak Progresif
Ketika seseorang menjual kendaraan miliknya maka wajib untuk memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Tujuan hal ini dijalankan agar tidak terkena pajak progresif kala membeli kendaraan baru.

Pasalnya, pajak progresif dikenakan kepada seseorang yang namanya terdaftar punyai lebih berasal dari satu kendaraan, bahkan kecuali berlainan orangnya tetapi tetap terdaftar didalam satu Kartu Keluarga (KK).

Misalnya, tersedia seorang anak yang membawa kendaraan pribadi dan tetap terdaftar didalam satu KK bersama dengan orang tuanya, maka dapat dikenakan pula pajak progresif berikut kepada si anak. Lain ulang kecuali anak udah punyai alamat yang berlainan bersama dengan orang tuanya, maka pajak progresif tidak diberlakukan terhadap anak tersebut.

Penerapan keputusan pajak progresif kendaraan bermotor ini punya tujuan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Adanya pajak progresif juga dikehendaki agar masyarakat beralih gunakan angkutan umum.

Cara memblokir STNK
Pemilik kendaraan hanya wajib sediakan pernyataan penjualan kendaraan bermaterai dan melampirkan foto copy STNK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Apabila melakukan transaksi jual kendaraan, langsung datang ke kantor Samsat terdekat lantas menyerahkan surat pernyataan dan kelengkapan berikut agar petugas langsung melakukan pemblokiran dan pemilik berikutnya wajib langsung membalik nama.
Bila tak tersedia fotokopi STNK, yang terpenting melampirkan no polisi dan type kendaraan, disertakan juga KTP yang sesuai bersama dengan STNK dan surat pernyataan.
Prosesnya tidak memakan kala lama, bergantung berasal dari kelengkapan dokumen yang wajib diserahkan.
Membayar pajak jadi kewajiban tiap tiap warga negara yang udah mencukupi syarat wajib bayar pajak. Anda juga sanggup membayar pajak kendaraan Anda lewat OCTO Mobile berasal dari CIMB Niaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *