Sat. Sep 24th, 2022

Amankah Konsumsi Arang Bambu bagi Kesehatan?

Penggunaan arang bambu atau bamboo charcoal sebagai pewarna makanan hitam kini sedang marak. Amankah mengonsumsi makanan berpewarna arang bambu?

Jansen Ongko, Msc, RD selaku ahli gizi meluruskan bahwa arang yang digunakan sebagai pewarna makanan bukanlah arang sisa hasil pembakaran. “Arang ini sesungguhnya adalah zat karbon yang udah lewat tahap proses pemurnian agar tidak memiliki kandungan zat kimia lain,” paparnya ketika dihubungi detikFood (17/11).

Ia memastikan mengonsumsi zat arang masih aman jika hanya dikonsumsi didalam kuantitas kecil atau cocok anjuran. “Dalam dunia medis, zat arang aktif bahkan digunakan untuk mengatasi problem proses pencernaan, baik berasal dari keracunan makanan atau overdosis obat-obatan arang batok kelapa .”

Jansen memberikan zat arang aktif bekerja bersama dengan cara menyerap semua zat terhadap proses pencernaan. “Nah dikarenakan kebolehan daya serapnya yang tinggi, zat ini tidak baik dikonsumsi sangat kerap dikarenakan zat-zat gizi yang berfaedah bagi tubuh juga akan turut terbawa dan dibuang. Hal ini berpotensi mengakibatkan malnutrisi,” jelasnya.

Mengenai batas aman mengonsumsi arang bambu, Jansen mengatakan sampai pas ini belum tersedia kuantitas pasti. “Sejauh ini penelitian berkenaan zat arang hanya membahas fungsi dan aspek kebugaran yang kudu diperhatikan pas memakai zat ini untuk obyek medis. Penelitian yang terkait bersama dengan dampak samping lain berasal dari mengonsumsi zat arang aktif masih tetap berlanjut sampai kini.”

Beberapa pas lalu, media sosial Jepang sempat dihebohkan bersama dengan perihal tak biasa sehabis seseorang mengonsumsi Burger King edisi Halloween berwarna hitam. Orang selanjutnya mengaku fesesnya beralih warna menjadi hijau best briquettes for smoking .

“Sebenarnya mengonsumsi zat arang aktif sesungguhnya mengakibatkan feses beralih warna menjadi hitam. Apabila feses berwarna lain, contohnya hijau sepeti yang terjadi di Jepang, maka besar kemungkinan adanya zat pewarna lain didalam bahan campuran olahan makanannya,” memahami Jansen.

Secara keseluruhan, makanan berpewarna arang bambu aman dikonsumsi asalkan masih didalam batas wajar. “Yang kudu diperhatikan adalah jika penjaja makanan/minuman mengklaim kadar zat arang didalam produknya baik bagi kebugaran pencernaan atau menolong detoksifikasi, maka klaim selanjutnya menyesatkan dikarenakan berpotensi bahaya untuk kesehatan,” pungkas Jansen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *